RSPON-  Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) mengirimkan salah satu tenaga kesehatannya untuk mengikuti Training of Trainers (ToT) Disaster Management Batch 2 yang diselenggarakan oleh SIMPACT Provider di Korea Selatan pada 9–19 Juni 2026.
Pada kegiatan tersebut, RSPON Mahar Mardjono Jakarta diwakili oleh dr. Anna Mardiana Ritonga, M.Epid, yang mengikuti rangkaian pelatihan intensif bersama peserta dari berbagai institusi. Program ini merupakan pelatihan berbasis pengalaman (simulation-based training) yang dirancang untuk membentuk instruktur inti (core instructor) yang mampu mendukung operasional secara mandiri Mataram Emergency Response Simulation Training Center.
Selama sepuluh hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan melalui kombinasi materi teoritis, diskusi interaktif, praktik, hingga simulasi berbagai skenario bencana dan kondisi kedaruratan. Metode pembelajaran berbasis simulasi memberikan pengalaman yang mendekati situasi nyata sehingga peserta dapat mengasah kemampuan dalam mengambil keputusan, melakukan koordinasi lintas profesi, serta memimpin penanganan kedaruratan secara cepat, tepat, dan efektif.
Selain meningkatkan kompetensi teknis, pelatihan ini juga membekali peserta dengan kemampuan sebagai instruktur. Peserta dilatih untuk menyusun skenario simulasi, memfasilitasi proses pembelajaran, melakukan evaluasi, serta memberikan umpan balik kepada peserta pelatihan. Kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan pelatihan penanggulangan bencana secara mandiri dan berkelanjutan di Mataram Emergency Response Simulation Training Center.
Keikutsertaan RSPON Mahar Mardjono Jakarta dalam program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit dalam mengembangkan tenaga kesehatan yang adaptif terhadap berbagai tantangan pelayanan, khususnya pada situasi bencana dan kedaruratan. Sebagai rumah sakit rujukan nasional di bidang neurologi, kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga mutu pelayanan serta keselamatan pasien.
Ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan di Korea Selatan diharapkan dapat diimplementasikan di lingkungan RSPON Mahar Mardjono Jakarta melalui transfer pengetahuan kepada tenaga kesehatan lainnya. Dengan demikian, kompetensi yang diperoleh tidak hanya memberikan manfaat bagi individu peserta, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kapasitas institusi dalam menghadapi berbagai situasi kedaruratan di masa mendatang.
Partisipasi dalam Training of Trainers Disaster Management Batch 2 sekaligus mencerminkan komitmen RSPON Mahar Mardjono Jakarta untuk terus memperluas kolaborasi internasional dalam pengembangan sumber daya manusia. Melalui peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, RSPON diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin tangguh, responsif, dan siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk pada kondisi bencana maupun krisis kesehatan. (a.n-Humas)

Share:

Tags: RSPON, Berita

admin.rspon.go.id
Tim Humas RSPON