Penulis:dr. Silvia F. Lumempouw, Sp.N., Subsp.NGD(K), FAAN
Demensia Alzheimer adalah jenis demensia/penyakit pikun yang paling banyak menyerang pada usia lanjut dan mengenai 10% dari populasi pada usia 75 tahun ke atas. Penyakit ini bukan proses penuaan normal. Pada tahun 2030, diperkirakan jumlah penderitanya meningkat mencapai 2.3 juta orang di seluruh dunia.
Pengertian umum dari demensia adalah berkurangnya kemampuan fungsi berpikir secara progresif, atau suatu sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir untuk memahami sesuatu, melakukan suatu pertimbangan, memahami bahasa serta menurunnya kecerdasan mental, gangguan perilaku dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sindrom ini umumnya menyerang di atas usia 65 tahun. Penyakit Alzheimer merupakan penyebab utama terjadinya demensia. Demensia Alzheimer ditandai dengan hilangnya sel-sel otak yang berlangsung secara progresif disebabkan oleh pembentukan beberapa substansi toksik yang merusak sel-sel otak. Demensia Alzheimer menyebabkan hilangnya kemampuan penderita untuk menyimpan memori baru disertai gangguan kognitif lainnya yang sudah mengganggu kemampuan untuk beraktifitas/bekerja/mengikuti kegiatan sosial. Perjalanan penyakit demensia Alzheimer yang progresif lambat pada tingkat sedang dan berat dapat disertai gangguan perilaku seperti agitasi, agresi, menolak bantuan, berjalan tanpa tujuan, mengompol, gangguan tidur, ketidakstabilan emosi, delusi dan halusinasi.
Penting untuk mendapatkan diagnosa pada tahap dini penyakit sehingga dapat diberikan pengobatan yang bermanfaat untuk memperlambat progresivitas dan memperpanjang kemandiriannya, serta dapat merancang masa depan dan melanjutkan pekerjaan sesuai kemampuan yang dimilikinya dengan melakukan stimulasi kognitif, melakukan aktivitas yang dapat mengurangi faktor risiko, mengatur keuangan, mendapat keterangan jelas tentang penyakitnya dan menghilangkan kegalauan untuk gejala yang dirasakannya. Diagnosa dini memberi kesempatan pada keluarga untuk beradaptasi lebih lama dan lebih baik dalam penggantian peran menjadi caregiver dalam menghadapi perubahan perilaku dan kepribadian.
Gangguan perilaku biasanya menambah beban psikologis, fisik, dan finansial serta aspek sosial yang dirasakan para caregiver (perawat ODD/anggota keluarga). Kurangnya pengetahuan terhadap penyakit dan kurangnya keahlian dalam menangani ODD Alzheimer adalah salah satu alasan yang memperberat beban yang dirasakan oleh para caregiver.
Tulisan ini merupakan panduan praktis untuk para pendamping/caregiver Orang dengan Demensia (ODD) Alzheimer dan menyediakan tips-tips praktis 3 aspek penting:
Hidup dengan dan merawat ODD Alzheimer.
Memberikan perhatian pada pendamping/caregiver ODD Alzheimer.
Pendamping harus menerima kondisi, realistis dan dapat membangun hubungan baik dengan ODD. Perilaku tenang, sabar, peduli, mendukung, ikhlas, memiliki minat merawat, konsisten, dapat dipercaya, mau mendengarkan dan dapat memahami ODD penting dimiliki oleh pendamping.
Mandi dan kebersihan diri, Saran:
Berpakaian, Saran:
Buang air dan mencegah mengompol, Saran:
Memasak, Saran:
Makan, Saran:
Mengemudi, Saran:
Obat-obatan lain dan rokok, Saran:
Gangguan Tidur
Perilaku Mengulang
Mengikuti
Kecurigaan, tuduhan pencurian, kehilangan barang, dan perilaku paranoid.
Delusi dan Halusinasi
Adanya keyakinan yang salah (delusi) termasuk menuduh akan ketidaksetiaan, keyakinan akan ada yang menyakitinya, ketakutan disia-siakan, perilaku meniru, adanya orang asing yang tinggal di dalam rumah, ODD mungkin melihat atau mendengar yang tidak ada (halusinasi auditorik dan visual).
Saran:
Perilaku seksual menyimpang
Berjalan tanpa tujuan
Agitasi, kekerasan, dan agresi
Dapat disebabkan oleh rasa tidak nyaman, rasa sakit, lelah, sekunder terhadap sakit fisik, stimulasi berlebih (suara, radio, TV), efek samping obat-obatan, atau ODD diberikan terlalu banyak tugas yang sukar atau pertanyaan yang sulit.
Saran:
Depresi dan rasa cemas. Saran:
Rasa Sedih
Rasa Bersalah
Tips untuk dapat mengurangi stress yang dirasakan oleh caregiver 1. Berikan waktu untuk diri sendiri
Sadari keterbatasan Anda
Keluarga
Jangan salahkan diri sendiri.
Hal-hal yang dibutuhkan oleh caregiver adalah:
Dalam merawat pasien, caregiver sebaiknya tidak hanya 1 orang. Caregiver sebaiknya terdiri dari beberapa orang atau dibuat waktu yang bergantian dengan caregiver lainnya dalam merawat pasien sehingga dapat mengurangi beban caregiver dan tetap menjaga kesehatan fisik dan mental caregiver. Semua caregiver harus mempunyai waktu untuk mengurus diri sendiri. Caregiver harus menyadari bahwa mereka pun memiliki kebutuhan dan jangan mengabaikannya.
Mereka dapat secara berkesinambungan menambah ilmu mereka berkaitan dengan demensia Alzheimer. Mereka dapat bergabung dalam persatuan caregiver di daerah mereka selama masa memberikan perawatan pada ODD Alzheimer.
Sumber:
Bahan kursus tatalaksana penderita Demensia
Buku Petunjuk tentang Demensia Alzheimer bagi Caregiver
Sepuluh Tanda Penyakit Alzheimer