Lodaer Img

Mengenal Vertigo, Dizziness, Gejala Vestibulovisual, dan Gejala Postural

dr. Yohanna Kusuma, Sp.N, Subsp. NIOO(K)

Dizziness atau pusing adalah sensasi orientasi ruang yang terganggu tanpa adanya sensasi Gerakan yang terganggu. Gejala yang diderita antara lain pening atau pusing, hilang keseimbangan, terasa mau pingsa, dan kepala terasa berat. Apabila terdapat gejala pusing disertai dengan gangguan pendengara, gangguan penglihatan, wajah, lengan, atau kaki terasa baal merupakan tanda-tanda yang memerlukan pertolongan dokter. Penyebab pusing bisa dari migrain, infeksi telinga, dehidrasi, stress atau cemas, gula darah rendah atau hipoglikemia, tekanan darah rendah, kekurangn darah merah atau anemia, dan mabuk perjalanan.

Sebelum ke dokter, sebaiknya berbaring hingga pusing hilang, lalu bangun dengan perlahan, bergerak dengna hati-hati dan perlahan, banyak istirahat, dan minum banyak air mineral.

Sekarang, kita mengenal Vertigo. Apa itu vertigo? Vertigo adalah sensasi Gerakan kepala atau tubuh saat tidak terjadi Gerakan atau sensasi Gerakan diri yang terdistorsi saat gerakan kepala normal. Gejala vertigo bisa mual muntah, hilang keseimbangan, pandangan berputar atau miring, nyeri kepala, berkeringat, dan telinga berdenging.

Bagaimana vertigo bisa terjadi? Perubahan posisi secara tiba-tiba, gangguan pada otak seperti tumor, stroke, penyakit Meniere, serta trauma atau luka pada kepala. yang dapat dilakukan sebelum ke dokter yaitu berbaring dalam ruangan gelap dan tenang untuk mengurangi rasa berputar, serta gerakkan kepala dengan hati-hati dan pelan-pelan selama kegiatan sehari-hari, segera duduk saat terasa pusing, nyalakan lampu bila terbangun saat malam, gunakan tongkat jalan apabila beresiko jatuh, tidur dengna dua bantal atau lebih, bangun dari ranjang perlahan, dudul di tepi ranjang terlebih dahulu sebelum berdiri, dan tentunya relaksasi.

Sekarang, kita mengenal gejala vestibulovisual. Sekarang, kita mengenal gejala vestibulovisual. Apa itu gejala vestibulovisual? Gejala vestibulovisual adalah gejala visual yang biasanya diakibatkan oleh patologi vestibular atau interaksi antara sistem visual dan vestibular.

Gejalanya bisa pusing, adanya sensasi Gerakan yang salah, poandangan kabur, pandangan bergerak ke sana ke mari. Penyebab bisa dari genetik, trauma, adanya penyakit vaskular, dan adanya riwayat infeksi atau peradangan. Yang dapat dilakukan sebelum bertemu dokter yaitu istirahat sejenak, bila akan ke dokter sebaiknya diantar oleh keluarga atau teman, tidak berjalan sendiri, dan tentunya minum banyak air mineral. Terakhir, kita mengenal gejala postural.

Gejala postural adalah gejala yan gberkaitan dengan pemeliharaan stabilias postur tubuh, terjadi hanya saat sedang duduk, berdiri, atau berjalan. Gejala postural bisa seperti rasa tidak stabil saat duduk, berdiri, atau berjalan tnapa arah tertentu, adanya kecenderungan untuk jatuh ke arah tertentu, serta sensasi jatuh segera, tapi tidak jatuh, atau bisa dengan disertai jatuh.

Penyebab gejala postural bisa karena adanya Riwayat penyakit autoimun, penyaki serebrovaskular, penyakit infeksi telinga, dan karena bertambahnya usia. Untuk keempat hal di atas, terdapat hal-hal yang dapat dihindari yaitu: perilaku hidup tidak sehat, serperti merokok dan mengkonsumsi alkohol, atau tetap melanjutkan aktivitas saat gejala terjadi, membungkuk saat mengambil barang, disarankan lebih baik jhongkok terlebih dahulu sebelum mengambil barang dan tidak meminum obat secara teratur untuk penyakit yang mendasari.

Daftar Pustaka

  1. Bisdorff AR, Staab JP, Newman-Toker DE. Overview of the international classification of vestibular disorders. Neurol Clin 33 (2015) 541-550.
  2. Bisdorff A, von Brevern M, Lempert T, et al. Classification of vestibular symptoms: towards an international classification of vestibular disorders. J Vestib Res 2009; 19(1–2):1–13.

Share Artikel:

Facebook
WhatsApp
Copy Link

Artikel Terkait